Sabtu, 17 Maret 2012
Saudariku Muslimah….Apakah Engkau Menginginkan Kebahagiaan Hakiki?
Kutuliskan untukmu wahai Saudariku tercinta……beberapa untaian pesan sebagai pengingat serta peringatan bagimu. Aku berharap engkau akan meneruskan dan mengajarkannya pada anak-anakmu sebagaimana pesan ini aku peruntukkan bagi anak-anakku kelak jika ia telah tumbuh dewasa seperti dirimu. Aku ingin engkau menjadi hamba-hamba pilihan-Nya sebagai wanita sholehah dan bertaqwa serta berdiri di atas agama Allah yang lurus.
Wahai Saudariku Muslimah……
Apakah engkau menginginkan keselamatan dan kebahagiaan yang hakiki? Apakah engkau menginginkan ketenangan dan kedamaian yang tidak semua wanita mendapatkannya? Apakah engkau menginginkan kenikmatan dan keberkahan seperti wanita-wanita sholehah dapatkan? Apakah engkau menginginkan semuanya itu di dunia dan di akhirat kelak?
Sesungguhnya kebahagiaan itu adalah tatkala engkau ada dalam ketaatan kepada Allah. Seluruh kebahagiaan itu ada di dalam meniti di atas manhaj Allah dan di jalan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, sebagaimana firman Allah : “Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ahzab : 71).
Sesungguhnya kesengsaraan itu seluruhnya ada dalam kemaksiatan kepada Allah dan kebinasaan seluruhnya ada pada selain jalan Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana Firman Allah : “Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. Al-Ahzab : 36).
Wahai Saudariku Muslimah……
Dengan suara orang yang mencintai dan mengasihi, dengan ucapan orang yang memberikan nasehat dan memberikan peringatan, aku mengajakmu kepada ketaqwaan kepada Allah Ta’ala, kemudian aku mengajakmu untuk yang kedua kali agar engkau memuji Allah yang telah memberikan nikmat Iman dan Islam atas diri serta keluargamu.
Sesungguhnya Allah telah memuliakanmu, mensucikanmu dan mengangkat kedudukanmu beberapa derajat. Tidak ada ajaran manapun yang lebih tinggi dalam hal mengangkat derajat wanita selain dalam ajaran Islam. Tidak hanya cukup demikian, bahkan Allah banyak menurunkan hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan masalah wanita di dalam kitab-Nya yang mulia. Sedangkan sebelum Islam, wanita dijadikan barang dagangan yang murah dan hina, bagaikan perhiasan yang tidak ada nilainya. Hina di mata walinya, hina di mata keluarganya, serta dihinakan oleh masyarakat yang dia hidup di dalamnya. Kehidupan wanita saat itu diperlakukan seperti binatang, bahkan perlakuan mereka terhadap binatang lebih baik daripada memperlakukan kaum wanita.
Sesungguhnya engkau wahai saudariku muslimah, tidak akan mendapatkan kemuliaanmu kecuali dalam agama ini, maka berpegang teguhlah engkau dengan agama ini dan dengarkanlah firman Alah yang telah menceritakan kisah orang terdahulu, mestilah engkau selalu mengingatnya agar engkau senantiasa memuji Allah atas kenikmatan yang engkau dapatkan.
Allah Ta’ala berfirman : “ Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu.” (QS. An-Nahl : 58-59)
Wahai Saudariku Muslimah……
Ingatlah serta pujilah Allah yang telah memberi hidayah kepadamu pada agama ini, yang telah memuliakanmu, menghormatimu dan mengangkat kedudukanmu dengan agama ini, di saat wanita-wanita selainmu di alam ini telah tersesat. Kemudian berpegang teguhlah engkau dengan tali yang kuat tersebut yaitu agama Islam. Sesungguhnya hal itu adalah satu-satunya sandaran hidupmu meskipun sandaran-sandaran lain mengkhianatimu. Ketahuilah sesungguhnya engkau akan ditimpa adzab Allah jika engkau tidak tunduk pada perintah-perintah Allah.
Wahai Saudariku Muslimah……
Sesungguhnya musuh-musuhmu banyak sekali dan sesungguhnya orang yang ingin memanfaatkanmu dalam upaya meruntuhkan agama, rasa malu serta harga dirimu, dan bahkan boleh jadi mereka itu dari kalangan kita sendiri. Mereka ingin mengeluarkanmu dari agama Allah menuju kesengsaraan dan kebinasaan, mereka mengajakmu menuju neraka Jahannam. Maka jika engkau menyambut ajakan mereka, sesungguhnya mereka akan melemparkanmu ke dalamnya. Mereka ingin agar engkau menjadi wanita durhaka yang berbuat fasiq dan membuka aurat. Mereka berusaha menggiringmu. Mereka menunggumu dengan sangat sabar agar engkau melepaskan pakaian muslimahmu serta melepaskan hijab dengan segala konsekuensinya yaitu melepaskan keimanan, rasa malu dan kesucian, kemudian engkau akan meninggalkan kewajiban-kewajiban lainnya. Pada saat itu, perbuatanmu tersebut menyenangkan musuh-musuhmu, mereka mempermainkanmu seperti anak-anak bermain dengan bola, dan mereka mempermainkamu seperti anjing-anjing bermain dengan bangkai, semoga Allah menjagamu dari tipu daya mereka wahai saudariku.
Wahai Saudariku Muslimah……
Ingatlah selalu dalam hidupmu akan salah satu sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam….”Dua golongan ahli neraka yang belum pernah aku melihat keduanya….(dan Beliau menyebutkan) : Para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang, mereka menyimpang dari jalan yang benar dan memperlihatkan kejelakan mereka kepada orang lain, kepala mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan memasuki surga dan mereka tidak akan mendapatkan bau surga, sesungguhnya bau surga tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Dan para Ahlu ‘Ilmi berkata : makna para wanita yang memakai pakaian tetapi telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian akan tetapi pakaian-pakaian itu ketat, tipis atau tidak menutupi seluruh badan.
Wahai Saudariku Muslimah……
Apakah engkau ridha dan rela menjadi penghuni neraka? Apakah engkau ridha memakai pakaian yang dengan pakaian itu engkau meninggalkan rasa malu? Apakah engkau ridha memamerkan dirimu seperti dipamerkannya barang dagangan, lalu setiap orang yang rendah dan hina akan menggoda dirimu? Tidak wahai pemudi Islam, aku berharap engkau tidak akan ridha dengan hal itu dan inilah apa yang aku harapkan darimu.
Wahai Saudariku Muslimah……
Agamamu adalah bentengmu yang amat kokoh untuk memelihara kesucianmu, rasa malu dan kemuliaanmu. Agamamu memerintahkanmu untuk berhijab dan memiliki rasa malu. Kapan saja engkau meninggalkan perintah ini, maka engkau akan ditimpa adzab Allah Ta’ala di akhirat. Sedangkan di dunia engkau akan menjadi mangsa serigala-serigala manusia yang ingin mencuri kesucianmu agar engkau merasakan kesusahan dan kesedihan sepanjang hidup. Namun bagi sebagian saudari-saudari kita (Semoga Allah memberikan hidayah-Nya pada mereka), mereka telah mendengar seruan serigala-serigala itu, bahkan mereka bekerja dan memberikan kesucian dan kehormatannya pada mereka. Dan aku pun teringat akan perkataan seorang penyair : “Kambing digiring menuju kematian, dia berjalan dan mengembik menuju para penyembelih.”
Wahai Saudariku Muslimah……
Wahai wanita yang beriman kepada Allah!…Wahai wanita yang menutup auratnya dengan penutup yang Allah syariatkan, waspadalah!! Waspadalah dari ketergelinciran, sesungguhnya ketergelinciran akan mengantarkan kepada neraka dan neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali.
Waspadalah..! Waspadalah dari menyerupai wanita-wanita kafir, sesungguhnya barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka.
Wahai Saudariku Muslimah……
Engkau seorang wanita yang berkedudukan tinggi, engkau seorang wanita yang mulia dan engkau seorang wanita yang suci. Kedudukanmu tinggi karena Al-Qur’an, engkau mulia karena Iman, dan suci karena berpegang teguh pada agama ini. Maka ridhakah engkau yang suci mengikuti wanita hina, kotor dan tidak memiliki rasa malu di hadapan Allah dan umat manusia???
Wahai Saudariku Muslimah……
Sesungguhnya sangat disayangkan ketika seorang pemudi Islam mendengar sabda Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam “Dua golongan ahli neraka………..”(Al-Hadits), kemudian ia tetap senantiasa memakai pakaian yang ketat, tipis dan menyingkap (membuka) wajah dan sebagian tempat-tempat fitnah lainnya.
Wahai wanita muslimah yang shalat dan sujud, wahai orang yang menundukkan kepalamu kepada Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus mahluk-Nya dan menundukkan pendengaran dan penglihatan untuk-Nya, apakah tidak cukup bagimu hadits Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tadi sebagai larangan? Demi Allah itu adalah sebagai ancaman dan larangan yang sangat keras. Jika diberikan pada gunung-gunung yang kokoh, niscaya ia akan berantakan. Wahai Saudariku….kerugian apakah yang lebih besar daripada diharamkan atas engkau masuk surga yang penuh kenikmatan? Kerugian apakah yang lebih besar daripada engkau ditempatkan dan tinggal di tingkatan-tingkatan neraka Jahim?
Wahai Saudariku Muslimah……
Takutlah engkau kepada Allah dan laksanakanlah tugas-tugas yang Dia wajibkan kepadamu. Apabila hatimu mengeras maka ingatlah bencana yang telah menimpa orang lain. Engkau tidak tahu kapan bencana itu akan datang kepadamu, sesungguhnya itu adalah maut yang pasti terjadi.
Dan Allah Ta’ala telah berfirman : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran : 185).
Wahai Saudariku Muslimah……
Ingatlah wahai wanita hamba Allah, pada hari dimana engkau diletakkan dalam kuburan, dalam lubang yang gelap dan sepi itu. Ingatlah ketika sangkakala ditiup dan engkau dikumpulkan bersama para mahluk dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan kebingungan. Matahari akan benar-benar dekat darimu dan engkau akan dipanggil dengan namamu diantara para mahluk untuk dihisab.
Bagaimana keadaanmu ketika itu wahai hamba Allah? Dimana persiapanmu wahai wanita yang lalai? Berapa banyak ketergelinciran-ketergelinciran dalam kitabmu? Apakah mode-mode pakaian akan bermanfaat ketika itu? Apakah lagu, sinetron, film dan majalah-majalah (yang merusak) akan bermanfaat? Apakah barang-barang permata akan bermanfaat? Tidak demi Allah, hal itu tidak akan memberikan manfaat sedikitpun selamanya. Yang akan memberikan manfaat saat itu hanyalah kebaikan-kebaikan dan amal-amal shalih setelah mendapatkan rahmat dari Rabb bumi dan langit.
Wahai Saudariku Muslimah……
Ingatlah selalu akan dosa-dosamu dan bertaqwalah kepada Allah wahai putri Islam! Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang keluar ke pasar-pasar dalam keadaan bertabaruj (memperlihatkan kecantikan) dan membuka muka. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang memakai pakaian muslimah untuk perhiasan, bukan untuk menutupi dan kesucian. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang bercampur baur dengan laki-laki. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang keluar rumah dalam keadaan memakai wangi-wangian menuju pasar-pasar dan jalan-jalan. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang menawarkan dirimu untuk berkhalwat dengan laki-laki yang bukan muhrimnya. Bertaqwalah kepada Allah wahai engkau yang mendidik anak-anakmu dengan pendidikan yang tidak baik dan jauh dari ajaran Islam. Engkau tidak mengingatkan mereka dengan ketaatan kepada Allah, tidak menasehati mereka dan tidak menunjukkan mereka pada apa yang dapat memberikan manfaat pada mereka di dunia dan di akhirat. Bertaqwalah kepada Allah dan jagalah dirimu dari menjadi barang mainan di tangan orang-orang yang lemah iman. Bertaqwalah pada Allah dan kembalilah pada petunjuk sebelum datang suatu hari yang pada hari itu hati dan pandangan (mata) dibalikkan. Ketahuilah bahwa adzab Allah sangatlah keras, dan sesungguhnya engkau –demi Allah- tidak akan kuat merasakan adzab neraka.
Wahai Saudariku Muslimah……
Sesungguhnya gunung-gunung jika dilewatkan pada neraka maka dia akan meleleh karena kuatnya panas neraka. Maka, dimana engkau wahai wanita yang lemah dibandingkan dengan gunung-gunung yang perkasa dan kokoh? Sesungguhnya engkau mampu bersabar atas rasa lapar dan haus dan engkau mampu bersabar atas bahaya. Akan tetapi demi Allah yang tidak ada sesembahan yang berhaq untuk disembah selain Dia, tidak ada kesabaran bagimu terhadap neraka.
Ingatlah, maka selamatkanlah dirimu dari neraka sebelum terlambat. Ketahuilah bahwa dunia ini pasti akan berlalu dan akhirat adalah tempat yang kekal dan bahwa terbongkarnya kejelekan-kejelakan (aib-aib) di hadapan seluruh manusia di hari pembalasan adalah peristiwa yang sangat besar. Maka bertaqwalah engkau kepada Allah, wahai hamba Allah!
Semoga Allah memberikan taufiq kepada apa-apa yang dicintai dan diridhai oleh-Nya, dan semoga Allah memberikan manfaat kepadamu dari apa-apa yang engkau dengar dan engkau baca dan semoga Allah menjadikannya sebagai pendukung bagimu bukan sebagai bumerang atasmu. Semoga Allah memberikan shalawat dan salam kepada nabi kita Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam, keluarganya dan para sahabat juga kita selaku umatnya, Amin.
Makna Hidup
*** Indahnya menjadikan hidup lebih bermakna ***
Cinta Kasihmu Selalu Dalam Jiwaku
Artikel cinta ini sebagai perwujudan cinta dan rindu seorang anak kepada kedua orangtua. Penulis menyebut tema ini sebagai puisi cinta, cerita cinta, kisah cinta, kata-kata cinta, kisah cinta kasih, kata mutiara cinta seseorang yang sedang berada jauh dari hidup dan kehidupan kedua orang tua. Kata-kata cinta ini bukan sebagai bukti cinta, namun ia hanyalah sebagai ungkapan terdalam hati seseorang sebagai wujud cinta. Ungkapan perasaan cinta, rindu dan sayang setiap manusia mungkin akan berbeda dalam menunjukkan gambaran cinta dan kasih sayangnya. Dan seseorang yang sedang jatuh cinta bisa merealisasikannya dalam bentuk apapun, bisa melalui kata-kata cinta, syair cinta, gerak tubuh, tulisan bertema cinta atau apapun itu namanya sebagai bukti cinta. Dan bagi saya sendiri apapun apresiasi cinta pada orang yang kita cintai, yang terpenting adalah perwujudan secara nyata terhadap perasaan cinta kita itu sendiri.
Apalah artinya cinta kalau semua itu hanya di bibir saja (mengutip sebuah pernyataan) dan bukankah manisnya cinta itu hanya untuk dirasakan? Jika sahabat terutama yang sedang jatuh cinta baik pada sang kekasih pujaan hati maupun orang tua dan keluarga, saya berharap apresiasi cinta sahabat adalah untuk direalisasikan bukan untuk dijanjikan. Cinta suci itu adalah kenyataan dan kenyataan akan terwujud bila kita segera merealisasikan bukti cinta dengan ikhlas dan ikhlasnya cinta itu tergantung pada kadar kekayaan jiwa seseorang, semakin kaya jiwa maka semakin mudah membuktikan arti cinta.
“Adalah suatu kebahagiaan dan keberuntungan ketika seorang anak dapat setiap saat bertemu dan berkumpul dengan orang tua tercinta. Dan adalah sebuah ujian dan pengorbanan ketika seorang anak harus rela terpisah dengan orang tua tercinta demi masa depan dan kehidupannya yang lebih baik. Namun semuanya adalah suatu ketetapan serta kehendak-Nya yang harus kita jalani dengan penuh sabar dan ikhlas. Semuanya akan terasa indah jika saja cinta dan kasih sayang tertancap kuat dalam hati serta jiwa kita. Semuanya akan bisa kita nikmati dan syukuri selama kita meyakini bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, Dan apapun serta bagaimanapun jalan hidup kita, sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita di sisi Allah.”
Wahai Ayahandaku tercinta.….Wahai Ibundaku tercinta…..
Semoga Engkau senantiasa ada dalam kesehatan, keselamatan, keberkahan serta kedamaian hidup. Semoga Engkau senantiasa Allah berikan perlindungan dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupanmu serta dalam setiap hembusan nafasmu. Semoga Engkau menjadi hamba-hamba pilihan-Nya dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung baik di dunia terlebih di akhirat nanti…Amin Yaa Robbal Alamin.
Wahai Ayahandaku tersayang.….Wahai Ibundaku tersayang…..
Inilah putramu yang telah Engkau besarkan dengan penuh kesusahan lagi kepayahan. Inilah putramu yang telah membuat Engkau banyak berkeringat demi masa depan buah hatimu. Inilah putramu yang senantiasa merepotkan serta membebani hidupmu semenjak kecil. Inilah putramu yang senantiasa mendorong Engkau untuk bekerja siang malam demi menafkahi serta menyekolahkan anak-anakmu. Dan Engkau pun kini telah melihat putramu telah tumbuh dewasa dan semoga selalu ada dalam pengharapanmu.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Putramu akan senantiasa mengenang setiap jengkal langkah pengorbananmu yang ikhlas. Putramu akan senantiasa mengingat belaian kasih sayangmu yang tulus. Putramu akan senantiasa berusaha menjalankan pesan yang Engkau amanahkan serta tanamkan pada buah hatimu. Putramu akan senantiasa berusaha untuk tetap menjadi permata hati yang membahagiakan serta membanggakan hidupmu. Putramu akan senantiasa berusaha melakukan apapun yang membuat hati serta pikiranmu merasa damai lagi tentram. Dan hingga kini pun putramu senantiasa mengharapkan kucuran do’a serta restumu.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Hingga kini putramu belum bisa mengabdi dan berbakti sebagaimana yang telah Tuhan ajarkan. Hingga kini putramu belum mampu membalas budi atas segala kasih sayangmu yang tulus terhadap hidupku. Hingga kini putramu belum mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagimu. Hingga kini putramu belum mampu menempatkanmu pada kondisi yang semestinya putramu usahakan. Hingga kini putramu belum bisa menyempatkan diri untuk melepas kerinduan lebih lama bersama keluarga tercinta. Dan mungkin hanya waktu serta atas Kuasa-Nya pula lah yang dapat membuktikan bahwa betapa putramu sangat mencintai serta menyayangimu.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Dulu putramu merasa nyaman dan tentram tatkala berada di sampingmu dan walaupun kini putramu berada jauh darimu, namun putramu tetap merasakan ketenangan karena Engkau selalu ada dalam hatiku. Dulu putramu sangat bahagia tatkala Engkau memanjakanku dan hingga kini pun putramu senantiasa berharap Engkau akan memanjakanku dengan kasih sayangmu. Dulu putramu sangat gembira tatkala Engkau bawakan ke hadapanku beberapa hadiah dan hingga kini pun putramu senantiasa mengharapkan Engkau membawa hadiah bagi putramu dalam do’a, ridha serta restumu.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Ketika wajahmu tersenyum manis, putramu sungguh merasakan adanya keteduhan dan kehangatan dalam pandanganmu. Ketika lantunan suaramu terdengar, telingaku merasakan selalu ada kebaikan dalam lisanmu. Ketika perintah isyaratmu keluar, hatiku merasakan adanya kelembutan dalam perilakumu. Ketika Engkau mengajariku, pikiranku dapat merasakan ada ketegasan dalam bijakmu. Dan putramu akan senantiasa berusaha mengabarkan apa yang telah Engkau ajarkan pada diriku, untuk mengajarkan kembali kepada putra putriku kelak.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Walaupun kini putramu tinggal dan berada jauh dari kehidupanmu, namun percayalah hatiku sangatlah dekat denganmu. Walaupun kini putramu tidak dapat melihat Engkau setiap hari, namun yakinlah bahwa wajahmu selalu terbayang dalam pikiranku. Walaupun kini putramu tidak merasakan belai kasihmu secara langsung, namun putramu percaya bahwa Engkau tetaplah seperti yang dulu. Walaupun kini putramu tidak mendengar suaramu setiap saat, namun lisanmu selalu terngiang di telingaku. Walaupun kini putramu tidak mendapatkan pelajaran hidup berharga karena jarak memisahkan kita, namun pelajaran dan pengalaman hidupmu sesungguhnya telah tertanam dalam jiwaku. Dan putramu senantiasa berharap dan terus berdo’a semoga Sang Khalik akan mengumpulkan kita di Surga-Nya kelak, Amin.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Kini putramu sedang berusaha mewujudkan impian serta harapanmu. Kini putramu dapat mandiri berkat do’a serta restumu. Kini putramu dapat hidup layak seperti orang lain berkat pelajaran serta bimbinganmu. Kini putramu dapat menemukan jati diri sesungguhnya berkat arahan serta binaanmu. Kini putramu senantiasa berusaha untuk menjadi insan yang lebih berguna bagi sesama. Dan andai saja Engkau saat ini ada di sampingku, ingin rasanya putramu memeluk erat dirimu dengan penuh cinta kasih.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Putramu mengajak Engkau dengan penuh kerendahan hati dan dengan tidak mengurangi rasa hormatku padamu, marilah kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat serta karunia yang telah Sang Khalik augerahkan kepada kita semua. Tanpa Kuasa-Nya, kita semua tidaklah akan menjadi apa-apa dan tanpa Rahmat-Nya, kita semua tidaklah bisa merasakan nikmatnya hidup serta kehidupan ini.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Putramu yang kini berada jauh darimu akan selalu merindukanmu. Putramu yang kini tidak berada dihadapanmu akan selalu menyayangimu. Putramu yang kini tidak berada disampingmu akan selalu mencintaimu . Putramu yang selalu ingin Engkau sayangi, senantiasa mengharapkan agar Engkau selalu ada dalam pengharapanku.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Semoga Allah senantiasa menjaga serta mengasihimu…semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan serta keselamatan bagimu… semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan serta keberkahan untukmu…Semoga Allah menjadikanmu sebagai calon penghuni Surga juga menjadi hamba-hamba pilihan-Nya..,semoga Allah menetapkan Engkau termasuk golongan orang-orang yang beruntung, Amin,
“Sesungguhnya do’amu senantiasa kuharapkan, restumu senantiasa kunantikan, ridhamu senantiasa kuinginkan, kasih sayangmu senantiasa kudambakan…wahai Ayahandaku tercinta…wahai Ibundaku tersayang.”
Apalah artinya cinta kalau semua itu hanya di bibir saja (mengutip sebuah pernyataan) dan bukankah manisnya cinta itu hanya untuk dirasakan? Jika sahabat terutama yang sedang jatuh cinta baik pada sang kekasih pujaan hati maupun orang tua dan keluarga, saya berharap apresiasi cinta sahabat adalah untuk direalisasikan bukan untuk dijanjikan. Cinta suci itu adalah kenyataan dan kenyataan akan terwujud bila kita segera merealisasikan bukti cinta dengan ikhlas dan ikhlasnya cinta itu tergantung pada kadar kekayaan jiwa seseorang, semakin kaya jiwa maka semakin mudah membuktikan arti cinta.
“Adalah suatu kebahagiaan dan keberuntungan ketika seorang anak dapat setiap saat bertemu dan berkumpul dengan orang tua tercinta. Dan adalah sebuah ujian dan pengorbanan ketika seorang anak harus rela terpisah dengan orang tua tercinta demi masa depan dan kehidupannya yang lebih baik. Namun semuanya adalah suatu ketetapan serta kehendak-Nya yang harus kita jalani dengan penuh sabar dan ikhlas. Semuanya akan terasa indah jika saja cinta dan kasih sayang tertancap kuat dalam hati serta jiwa kita. Semuanya akan bisa kita nikmati dan syukuri selama kita meyakini bahwa Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya, Dan apapun serta bagaimanapun jalan hidup kita, sesungguhnya itulah yang terbaik bagi kita di sisi Allah.”
Wahai Ayahandaku tercinta.….Wahai Ibundaku tercinta…..
Semoga Engkau senantiasa ada dalam kesehatan, keselamatan, keberkahan serta kedamaian hidup. Semoga Engkau senantiasa Allah berikan perlindungan dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupanmu serta dalam setiap hembusan nafasmu. Semoga Engkau menjadi hamba-hamba pilihan-Nya dan termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beruntung baik di dunia terlebih di akhirat nanti…Amin Yaa Robbal Alamin.
Wahai Ayahandaku tersayang.….Wahai Ibundaku tersayang…..
Inilah putramu yang telah Engkau besarkan dengan penuh kesusahan lagi kepayahan. Inilah putramu yang telah membuat Engkau banyak berkeringat demi masa depan buah hatimu. Inilah putramu yang senantiasa merepotkan serta membebani hidupmu semenjak kecil. Inilah putramu yang senantiasa mendorong Engkau untuk bekerja siang malam demi menafkahi serta menyekolahkan anak-anakmu. Dan Engkau pun kini telah melihat putramu telah tumbuh dewasa dan semoga selalu ada dalam pengharapanmu.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Putramu akan senantiasa mengenang setiap jengkal langkah pengorbananmu yang ikhlas. Putramu akan senantiasa mengingat belaian kasih sayangmu yang tulus. Putramu akan senantiasa berusaha menjalankan pesan yang Engkau amanahkan serta tanamkan pada buah hatimu. Putramu akan senantiasa berusaha untuk tetap menjadi permata hati yang membahagiakan serta membanggakan hidupmu. Putramu akan senantiasa berusaha melakukan apapun yang membuat hati serta pikiranmu merasa damai lagi tentram. Dan hingga kini pun putramu senantiasa mengharapkan kucuran do’a serta restumu.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Hingga kini putramu belum bisa mengabdi dan berbakti sebagaimana yang telah Tuhan ajarkan. Hingga kini putramu belum mampu membalas budi atas segala kasih sayangmu yang tulus terhadap hidupku. Hingga kini putramu belum mampu memberikan sesuatu yang terbaik bagimu. Hingga kini putramu belum mampu menempatkanmu pada kondisi yang semestinya putramu usahakan. Hingga kini putramu belum bisa menyempatkan diri untuk melepas kerinduan lebih lama bersama keluarga tercinta. Dan mungkin hanya waktu serta atas Kuasa-Nya pula lah yang dapat membuktikan bahwa betapa putramu sangat mencintai serta menyayangimu.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Dulu putramu merasa nyaman dan tentram tatkala berada di sampingmu dan walaupun kini putramu berada jauh darimu, namun putramu tetap merasakan ketenangan karena Engkau selalu ada dalam hatiku. Dulu putramu sangat bahagia tatkala Engkau memanjakanku dan hingga kini pun putramu senantiasa berharap Engkau akan memanjakanku dengan kasih sayangmu. Dulu putramu sangat gembira tatkala Engkau bawakan ke hadapanku beberapa hadiah dan hingga kini pun putramu senantiasa mengharapkan Engkau membawa hadiah bagi putramu dalam do’a, ridha serta restumu.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Ketika wajahmu tersenyum manis, putramu sungguh merasakan adanya keteduhan dan kehangatan dalam pandanganmu. Ketika lantunan suaramu terdengar, telingaku merasakan selalu ada kebaikan dalam lisanmu. Ketika perintah isyaratmu keluar, hatiku merasakan adanya kelembutan dalam perilakumu. Ketika Engkau mengajariku, pikiranku dapat merasakan ada ketegasan dalam bijakmu. Dan putramu akan senantiasa berusaha mengabarkan apa yang telah Engkau ajarkan pada diriku, untuk mengajarkan kembali kepada putra putriku kelak.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Walaupun kini putramu tinggal dan berada jauh dari kehidupanmu, namun percayalah hatiku sangatlah dekat denganmu. Walaupun kini putramu tidak dapat melihat Engkau setiap hari, namun yakinlah bahwa wajahmu selalu terbayang dalam pikiranku. Walaupun kini putramu tidak merasakan belai kasihmu secara langsung, namun putramu percaya bahwa Engkau tetaplah seperti yang dulu. Walaupun kini putramu tidak mendengar suaramu setiap saat, namun lisanmu selalu terngiang di telingaku. Walaupun kini putramu tidak mendapatkan pelajaran hidup berharga karena jarak memisahkan kita, namun pelajaran dan pengalaman hidupmu sesungguhnya telah tertanam dalam jiwaku. Dan putramu senantiasa berharap dan terus berdo’a semoga Sang Khalik akan mengumpulkan kita di Surga-Nya kelak, Amin.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Kini putramu sedang berusaha mewujudkan impian serta harapanmu. Kini putramu dapat mandiri berkat do’a serta restumu. Kini putramu dapat hidup layak seperti orang lain berkat pelajaran serta bimbinganmu. Kini putramu dapat menemukan jati diri sesungguhnya berkat arahan serta binaanmu. Kini putramu senantiasa berusaha untuk menjadi insan yang lebih berguna bagi sesama. Dan andai saja Engkau saat ini ada di sampingku, ingin rasanya putramu memeluk erat dirimu dengan penuh cinta kasih.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Putramu mengajak Engkau dengan penuh kerendahan hati dan dengan tidak mengurangi rasa hormatku padamu, marilah kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat serta karunia yang telah Sang Khalik augerahkan kepada kita semua. Tanpa Kuasa-Nya, kita semua tidaklah akan menjadi apa-apa dan tanpa Rahmat-Nya, kita semua tidaklah bisa merasakan nikmatnya hidup serta kehidupan ini.
Wahai Ayahandaku tersayang…..Wahai Ibundaku tersayang…..
Putramu yang kini berada jauh darimu akan selalu merindukanmu. Putramu yang kini tidak berada dihadapanmu akan selalu menyayangimu. Putramu yang kini tidak berada disampingmu akan selalu mencintaimu . Putramu yang selalu ingin Engkau sayangi, senantiasa mengharapkan agar Engkau selalu ada dalam pengharapanku.
Wahai Ayahandaku tercinta…..Wahai Ibundaku tercinta…..
Semoga Allah senantiasa menjaga serta mengasihimu…semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan serta keselamatan bagimu… semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan serta keberkahan untukmu…Semoga Allah menjadikanmu sebagai calon penghuni Surga juga menjadi hamba-hamba pilihan-Nya..,semoga Allah menetapkan Engkau termasuk golongan orang-orang yang beruntung, Amin,
“Sesungguhnya do’amu senantiasa kuharapkan, restumu senantiasa kunantikan, ridhamu senantiasa kuinginkan, kasih sayangmu senantiasa kudambakan…wahai Ayahandaku tercinta…wahai Ibundaku tersayang.”
Rabu, 01 Desember 2010
Perkembangan, Pengaruh dan Sejarah Internet

Myspace Animated Graphics
Perkembangan Internet
Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.

Free Twitter Backgrounds
Pengaruh Perkembangan Internet
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu
- Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
- Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
- Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
- Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai
Sumber: tskau0.tripod.com

Myspace Animated Comments & Graphics
Sejarah Internet
Sejarah dari adanya intenet dimulai pada tahun 1969 ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik.Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.

Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat.
Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

Myspace Animated Comments & Graphics





Selasa, 30 November 2010
JAK MANIA
The Jakmania adalah kelompok pendukung / supporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan.[rujukan?] Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.
Sejarah Jak Mania
Ide terbentuknya The Jakmania muncul dari Diza Rasyid Ali, manager Persija saat itu. Ide ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Sebagai pembina Persija, memang Sutiyoso sangat menyukai sepak bola. Ia ingin sekali membangkitkan kembali persepak bolaan Jakarta yang telah lama hilang baik itu tim maupun pendukung.
Pada awalnya, anggota The Jakmania hanya sekitar 100 orang, dengan pengurus sebanyak 40 orang. Ketika dibentuk, dipilihlah figur yang dikenal di mata masyarakat, yaitu Gugun Gondrong yang merupakan sosok paling ideal di saat itu. Meski dari kalangan selebritis, Gugun tidak ingin diberlakukan berlebihan. Ia ingin merasa sama dengan yang lain.[rujukan?]
Pengurus The Jakmania waktu itu akhirnya membuat lambang sebuah tangan dengan jari berbentuk huruf J. Ide ini berasal dari Edi Supatmo, yang waktu itu menjadi Humas Persija. Hingga sekarang, lambang itu masih dipertahankan dan selalu diperagakan sebagai simbol jati diri Jakmania.
Seiring dengan habisnya masa pengurusan, Gugun digantikan Ir. T. Ferry Indrasjarief yang lebih akrab disapa Bung Ferry. Masa tugas Bung Ferry adalah periode 1999-2001 dan kembali dipercaya untuk memimpin The Jakmania periode 2001-2003, 2003-2005.
Bung Ferry memimpin The Jakmania hingga 3 periode. Di bawah kepemimpinan Bung Ferry yang juga pernah menjadi anggota suporter Commandos Pelita Jaya[rujukan?], The Jakmania terus menggeliat. Organisasi The Jakmania ditata dengan matang. Maklum, Bung Ferry memang dibesarkan oleh kegiatan organisasi. Awalnya, sangat sulit mengajak warga Jakarta untuk mau bergabung.
Beruntung, pengurus menemukan momentum jitu. Saat tim nasional Indonesia berlaga jelang Piala Asia, mereka menyebarkan formulir di luar stadion. Dengan makin banyaknya anggota yang mendaftar sekitar 7.200 anggota, dibentuklah Kordinator Wilayah.
Dan sampai pendaftaran terakhir saat ini terdapat lebih dari 70.000 anggota dari 50 Korwil. Setelah diadakan Pemilihan Umum Raya 2005, untuk memilih Ketua Umum yang baru, akhirnya terpilihlah Ketua Umum Baru periode 2005-2007 yaitu Hanandiyo Ismayani atau yang bisa dipanggil dengan Bung Danang.
Langganan:
Postingan (Atom)







